Selasa, 06 September 2016

Hargai diri dengan JILBAB

Assalaamu'alaikum warrahmatullahiwabarakatuh

Agak takut ya karena belakangan ini ustad ustad kalo ceramah bahas tentang akhir zaman... Rasanya tuh "nano nano", ada sedih, takut, khawatir, sedikit senang juga sih (bagi yg lagi galau urusan duniawi, 😜). Gimana coba ga takut, ngebayanginnya aja udah bikin merinding. Udah ngelakuin apa aja di dunia? Berapa banyak amal sholeh yg dilakukan? Udah diterimakah taubatnya? Daaann masih banyak pertanyaan lain di dalam hati. Jangankan kebaikan untuk orang lain, kadang untuk diri sendiri aja terabaikan... 😖
Mulai sibuk kayak kebakaran jenggot (kalo ukh ga ada jenggot kan yaa...👻), mulai memperbaiki diri sendiri meskipun setelah ceramah selesai juga kambuh lagi penyakit duniawinya, hehehe (semoga gak...).

Gak usah jauh2 dan pusing mikirnya buat memperbaiki apa... Dari memperbaiki diri sendiri dulu, lalu perlahan bisa ikut serta perbaiki lingkungan sekitar sambil terus belajar... Ya kaand....

Nah sebagai wanita, apa nih yang bisa kita perbaiki? Perintah Allah yang paling erat kaitannya dengan wanita? Dan apakah kita sebagai wanita telah benar2 menjalankannya?

Allah ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khimar) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’” (Qs An Nuur: 31)

Subhanallah...bentuk kasih sayang Allah terlihat di antara firman-firman-Nya. Alhamdulillah kita diberikan tumbuhan yang bisa menjadi bahan baku membuat kain, lalu kain yg bisa dijahit menjadi pakaian untuk menutupi tubuh manusia. Gunanya sudah jelas yaitu:
1. Untuk menutupi aurat,

Aurat (Arab: عورة, transliterasi: Awrot) adalah bagian dari tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain dengan pakaian. Menampakkan aurat bagi umat Islam dianggap melanggar syariat dan dihukumi sebagai sebuah dosa.
Dalam islam, aurat bagi wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali kedua telapak tangan dan muka. (Sumber: wikipedia islam)
Nah...sudah jelas batasan aurat wanita, lalu apakah kita rela kalau aurat kita jadi "tontonan" gratis orang lain? Allah telah menghargai kita dengan aturan ini, lalu kenapa kita tidak mau menghargai diri kita sendiri dengan "obral" aurat? Gak kasian ama badannya yg kena polusi langsung? alasan trend, kalau pake jilbab gak modis ah, kamu hidup berapa lama paling di dunia, emang diakhirat dihitung nilai ke-modis-annya? Emang modis nya kamu itu bisa bawa kamu ke surga? Lho...emang ngelanggar perintah Allah dan gak menghargai diri sendiri bisa masuk surga? 😕

2. Sebagai perhiasan

Saking indahnya dan berharganya seorang wanita hingga diperintahlan pada kita kaum hawa untuk menghias diri dengan berpakaian. Bayangin ya...kita kalo beli barang kan maunya packagingnya rapih, lucu, cantik apalagi wanita tuh ga tahan kalo liat barang yg dibungkusnya lucuuu banget rasanya ga mau dibuka tuh krn sayang. Nah, begitu juga sama diri kita sendiri, kalo ketutup, rapi kan indah dilihatnya, rasanya para ikhwan mau meng-khitbah aja...(bagi yg jomblo jgn baper yaa...😝)

3. Sebagai alat pengenal

Di kantor karyawannya ada yg menggunakan seragam, kenapa? Salah satu alasannya supaya bisa dikenali asal perusahaanya. Sama halnya dengan wanita dalam Islam. Karena Islam sangat menghargai dan menjaga kaum wanita, maka wajib hukumnya bagi wanita menggunakan pakaian penutup auratnya. Maka jika kita menutupi aurat sesuai perintah Allah, maka kita adalah seorang muslimah (wanita beragama Islam).

4. Sebagai pelindung

Pelindung sudah pasti dari polusi udara karena tertutup kaan... Tapi gak hanya itu karena pakaian kita bisa melindungi dari gangguan kejahatan. Semua bentuk kejahatan seperti pelecehan thd wanita yg marak terjadi belakangan ini dimulai dari penglihatan. Kenapa? Karena awalnya melihat lalu tertarik. Apa yg dilihat? Ya aurat... Karena kelihatan jadi penasaran, jadilah kejahatan. Makanya perintah Allah wajib untuk dipatuhi...kalo kita patuh maka kita akan dilindungi oleh Nya..

Lalu bagaimana pakaian penutup aurat tersebut menurut Islam?

1. Pakaian itu harus tebal, tak boleh tipis supaya tak menggambarkan apa yang ada di baliknya. Dalilnya adalah hadits yang menceritakan dua golongan penghuni neraka yang salah satunya adalah para perempuan yang berpakaian tapi telanjang (sebagiamana tercantum dlm Shahih Muslim) Maksud dari hadits itu adalah para perempuan yang mengenakan pakaian yang tipis sehingga justru dapat menggambarkan lekuk tubuh & tak menutupinya. Walaupun mereka masih disebut orang yang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka itu telanjang.

2. Harus longgar, tak boleh sempit atau ketat karena akan menampakkan bentuk atau sebagian dari bagian tubuhnya. Dalilnya adalah hadits Usamah bin Zaid yang menceritakan bahwa pada suatu saat beliau mendapat hadiah baju yang tebal dari Nabi. Kemudian dia memberikan baju tebal itu kepada isterinya. Namun karena baju itu agak sempit maka Nabi menyuruh Usamah agar isterinya mengenakan pelapis di luarnya (HR. Ahmad, memiliki penguat dlm riwayat Abu Dawud) Oleh sebab itu hendaknya para perempuan masa kini yang gemar memakai busana ketat segera bertaubat.
(Sumber: http://salafy.web.id/)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2]para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Lebih jelasnya lagi dengan istilah "kasiyatun 'ariyatun".

An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun

Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya. 

Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah. 

Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang. 

Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
(Sumber: https://rumaysho.com/)

Simple bukan kalo dilihat dari manfaatnya...peraturan itu ada untuk melindungi kita...terus kenapa  masih ribet mencari2 alasan padahal kita tau kebenarannya...😊

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar