Rabu, 09 November 2016

Akhir zaman

Islam dan kekuatannya tidak akan membuat umat yang beriman menjadi takut.

Dalam waktu yang berdekatan umat Islam dihantam berita2 yang memiriskan hati. Belum selesai kasus penistaan agama lalu disusul lagi pengumuman presiden AS sang pembenci Islam.

Alhamdulillahi 'ala kulli haal

Hanya iman yang bisa menenangkan batin kita karena sesungguhnya semua yang berjalan di dunia ini sudah menjadi skenario Allah, lalu kenapa kita mlharus khawatir? Bukankan ini menjadi kesempatan terbaik kita untuk berlomba2 memperbaiki iman? Karena sudah hampir di ujung jalan mnuju akhir zaman. 

Terbuktilah siapa yang beriman pada Allah dan siapa yang beriman pada selain Allah bahkan yang beriman pada jabatannya ๐Ÿ˜œ (mungkin dia pikir akan selamat dari api neraka apabila dia seorang pejabat di dunia ๐Ÿ˜‚) kasihanilah orang2 seperti ini...doakanlah supaya dapat hidayah...

Nabi SAW bersabda:

“Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]
Hadis diatas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5)

Prinsip pergantian zaman ini juga selaras dengan prediksi Rasulullah shalla-llahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam besar dalam bidang hadits Ahmad, Abu Dawud dan Turmudzi dari Abu Hudzaifah, intelijennya Nabi shalla-llahu ‘alaihi wa sallam (shahibus sirr) pada 14 abad yang silam. 

Ada 5 vase dalam islam sesuai hadist diatas:

  1. Fase kenabian
  2. Fase kekhilafahan ala Minhaaj al-Nubuwwah “khulafaur rasyidin”
  3. Fase raja menggigit
  4. Fase raja diktator (Mulkan jabbriyyan) >> kita ada di fase ini sekarang. Di masa keempat perjalanan sejarah ummat Islam ini mengalami krisis kepemimpinan. Ummat Islam dari segi kuantitas tergolong besar, tetapi mereka laksana sampah, makna lain dari gutsaa’ (buih), menurut pakar hadits Dr. Daud Rasyid. Mereka bukan berkumpul tetapi berkerumun. Mereka mayoritas, tetapi hati-hati individu mereka tercabik-cabik oleh paham kedaerahan (nasionalisme) yang sempit, madzhab, aliran keagamaan dan kepentingan. Kehadirannya tidak menggenapkan dan kepergian-nya tidak mengganjilkan. Mereka diperebutkan untuk dijadikan mangsa binatang buas.
    Pada periode ini, jangankan sepakat untuk mengangkat isu-isu besar penegakan Daulah Islamiyah, penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri saja tidak menemukan kata sepakat. Di tengah-tengah mereka tidak ada wasit (penengah) yang dipercaya untuk mengambil keputusan yang disepakati oleh semua komponen umat ini. Tubuh ummat Islam tercabik-cabik oleh perpecahan internal. Energi mereka habis untuk ghibah, namimah, hasud, dendam, terhadap kawannya sendiri. Sehingga terlambat dalam merespon perubahan-perubahan yang terjadi di sekelilingnya (dhu’ful istijabah lil mutaghayyirat).
  5. Akan datangan kembali fase kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian)

Kita ada di fase keempat dimana semua terlihat jelas siapa makhluk Allah yg beriman dan siapa yg tidak, siapa yg mencintai Allah dan Rasul Nya siapa yg tidak, siapa yg berpendapat berdasarkan pemikirannya semata siapa yg berpendapat sesuai Al-Quran dan Al-Hadist serta pendapat para ulama.

Dalam fiman Allah tertulis jelas (kalau belum jelas silahkan bertanya kepada alim ulama)

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (Agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS: Muhammad: 7)

Jika kita sadar dimana seperti apa sekarang ini adalah masa pahit yang dimiliki umat Islam dan Allah berfirman:

“… Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang yang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.” (QS: Ali-Imran: 140-141)

Sesungguhnya Allah memberi tanda sebelum dunia ini ditutup oleh Nya. Namun apakah kita sebagai umat menyadarinya? Setidaknya mencari tau akan kebenarannya agar kita bisa selamat dari keburukan akan masa ini. Doa adalah senjata utama umat Islam. Ketika mulut sudah lelah mengingatkan akan kesalahan, ketika tindakan sudah tidak lagi dipedulikan oleh mereka, maka doalah yang akan menyelamatkan kita. Ingat, bahwa ini skenario Allah, ciptaan Allah, bumi Allah, sehingga apapun bisa terjadi dengan kehendak Nya.

1. Do’a berlindung dari fitnah Dajjal :

ุงَู„ู„َّู‡ُู€ู…َّ ุฅِู†ูŠِّ ุฃَุนูˆُุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุนَุฐุงَุจِ ุฌَู‡َู†َّู…َ،ูˆَู…ِู†ْ ุนَุฐุงَุจِ ุงู„ْู‚َุจْุฑِ ูˆَู…ِู†ْ ูِุชْู€ู†َุฉِ ุงู„ْู…َุญْูŠุงَ ูˆَุงู„ْู…َู…ุงَุชِ ูˆَู…ِู†ْ ูِุชْู€ู†َุฉِ ุงู„ْู…َุณูŠِุญِ ุงู„ุฏَّุฌุงَّู„ِ

“Yaa ALLAH, aku berlindung kepada MU dari adzab neraka jahnnam, dan dari adzab kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari fitnah al-masih ad-dajjal.”

2. Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

ู…َู†ْ ุญَูِุธَ ุนَุดْุฑَ ุขูŠَุงุชٍ ู…ِู†ْ ุฃَูˆَّู„ِ ุณُูˆْุฑَุฉِ ุงู„ْูƒَู‡ْู ุนُุตِู…َ ู…ِู†ْ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„ِ


“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”

3. Menjauhi tdk mendatangi kecuali seorang yg yakin tdk akan terkena mudarat. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…َู†ْ ุณَู…ِุนَ ุจِุงู„ุฏَّุฌَّุงู„ِ ูَู„ْูŠَู†ْุฃَ ู…ِู†ْู‡ُ ูَุฅِู†َّ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ ูŠَุฃْุชِูŠْู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุญْุณِุจُ ุฃَู†َّู‡ُ ู…ُุคْู…ِู†ٌ ูَู„ุงَ ูŠَุฒَุงู„ُ ุจِู‡ِ ู„ِู…َุง ู…َุนَู‡ُ ู…ِู†ْ ุงู„ุดُّุจَู‡ِ ุญَุชَّู‰ ูŠَุชَّุจِุนَู‡ُ


“Barangsiapa mendengar Dajjal hendak menjauh darinya. Demi Allah sungguh ada seorang yg mendatangi merasa diri beriman tapi kemudian mengikuti Dajjal dikarenakan syubhat-syubhat yg dilontarkan Dajjal.”

4. Tinggal di Makkah dan Madinah

Karena kedua adl negeri yg aman tdk bisa dimasuki Dajjal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู„َูŠْุณَ ู…ِู†ْ ุจَู„َุฏٍ ุฅِู„ุงَّ ุณَูŠَุทَุคُู‡ُ ุงู„ุฏَّุฌَّุงู„ُ ุฅِู„ุงَّ ู…َูƒَّุฉَ ูˆَุงู„ْู…َุฏِูŠْู†َุฉَ ู„َูŠْุณَ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ู†ِู‚َุงุจِู‡َุง ู†َู‚ْุจٌ ุฅِู„ุงَّ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْู…َู„ุงَุฆِูƒَุฉُ ุตَุงูِّูŠْู†َ ูŠَุญْุฑُุณُูˆْู†َู‡َุง

“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Dia tdk mendapati celah/ jalan masuk kecuali pada ada malaikat yg berbaris menjaganya.”

5. Dan termasuk yg terjaga dari Dajjal juga adalah Masjidil Aqsha serta bukit Tursina.

Wallahu a’lam

Selasa, 08 November 2016

Antara mukmin dan kafir

Pernah baca atau dengar “Theosofi” atau kebatinan yang menyatakan agama tidak penting, yang penting adalah bagaimana berbuat baik terhadap sesama.

“Tidak penting agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah Tanya apa agamamu”

Begitu juga dengan pernyataan salah satu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama;

“Surga tidak milik satu agama, ajaran apapun termasuk ajaran Islam, orang yang terbaik adalah orang yang berbuat baik terhadap sesama, orang yang terburuk adalah orang berbuat buruk terhadap sesama.”

Sumanto Al-Qurthubi dalam buku Lubang hitam agama berkata:

“Kita umat Islam nantinya jangan kaget jika di surga bertemu dengan Mother Theresia, Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan lain-lain yang merupakan pejuang-pejuang kemanusiaan.”

Begitulah ucapan mereka, dan jika seumpama ucapan mereka benar mengapa Allah harus mengutus RasulNya? Menunjukkan Tauhid dan menjelaskan Syari’atNya? Pada ujungnya paham ini akhirnya berlabuh kepada paham ateisme karena sama-sama tidak menganggap penting sebuah agama.

Orang-orang yang mengikuti paham ini akan cuek dengan kesesatan yang terjadi didepan matanya, bahkan malah mati-matian membelanya.

Dari itu, maka ada dua hal penting untuk menolak paham ini,
Yang pertama adalah bahwasanya Allah hanya mau menerima amal orang yang beragama Islam.
Yang kedua, orang mukmin ada kemungkinan masuk Surga walau sejahat apapun jika telah bertaubat sebelum wafat, sedang orang kafir masuk Neraka walau sebaik apapun apabila wafat masih dalam keadaan kafir.

Pertama:
Allah hanya mau menerima amal orang yang beragama Islam. Allah berfirman;

Allah Swt berfirman;

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah Swt hanyalah Islam. (Ali Imron 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imron 85)

Dikarenakan Nabi Muhammad Saw adalah Nabi terakhir yang diutus untuk seluruh manusia, maka mukmin sekarang adalah yang beriman kepada Nabi Muhammad Saw dengan percaya kepadanya dan menerima segala perintah dan larangannya.

Rasul Saw bersabda;

والذينفسمحمدبيده!لايسمعبيأحدٌمنهذهالأمَّةيهوديولانصراني،ثميموتولميؤمنبالذيأُرسلتبهإلاَّكانمنأصحابالنار

Demi Dzat yg jiwa Muhammad berada dalam genggamannya, tidak mendengar padaku seorang pun dari umat ini, yahudi dan juga nasrani, kemudian mati dan tidak beriman dg apa yg aku diutus dengannya kecuali termasuk penghuni neraka (HR. Muslim).

Karena Allah hanya menerima Islam sebagai agama yang diridhoi, maka Allah tidak akan mau menerima amal kebaikan dari orang kafir walau jumlahnya melebihi dunia dengan segala isinya;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun Dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. bagi mereka Itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Ali Imron 91)

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al-Furqon 23)

Allah Swt berfirman;

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi. (Az-Zumar 65)

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Katakanlah; “Ta’atilah Allah Swt dan Rasul Saw-Nya; maka jika mereka berpaling, maka sesungguhnya Allah Swt tidak menyukai orang-orang kafir” (Ali imron 32)

Maka bagaimana mungkin orang yang tidak dicintai Allah dikatakan lebih baik dari pada orang yang dicintai Allah?

Bagaimana mungkin orang yang amalnya tidak diterima dan tersia-sia dikatakan lebih baik dari pada orang yang amalnya diterima disisiNya?

Bagaimana mungkin seorang yang menyekutukan Allah dikatakan lebih baik daripada seorang yang mengesakanNya?

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

Maka Apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang orang kafir?

Bagaimanakah kalian bisa mengambil keputusan (demikian)? (Al-Qalam 35-36)

Kedua:
Orang mukmin akan masuk Surga walau sejahat apapun namun dia bertaubat seblum wafat, sedang orang kafir masuk Neraka walau sebaik apapun jika wafat masih dalam kondisi kafir.

Dalam sebuah hadits Qudsy riwayat Abu Dzar Allah Swt berfirman;

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَأَزِيدُ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَجَزَاؤُهُ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَقِيتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً

“Barang siapa berbuat kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan yang semisalnya dan terkadang Aku tambahkan lagi. Dan Barangsiapa yang berbuat keburukan, maka balasannya adalah keburukan yang serupa atau Aku mengampuninya. Barangsiapa mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari. Dan barangsiapa yang bertemu dengan-Ku dengan membawa kesalahan sebesar isi bumi tanpa menyekutukan-Ku dengan yang lainnya, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Muslim)

Jadi seorang mukmin sejahat apapun ketika ia “bertemu” Allah untuk memohon ampun, Allah pasti mengampuninya. Tidak demikian halnya dengan orang kafir selagi masih dalam kekafirannya.

Seorang pendosa, akan mendapat Syafa’at (pertolongan) dengan dientaskan dari api Neraka jika ia masih memegang kalimat “La Ilaaha IllaAllah”. Allah Swt berfirman;

وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا

 لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا

Dan Kami akan menggiring orang-orang yang berdosa ke neraka Jahannam dalam Keadaan dahaga.mereka tidak berhak mendapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan Perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah.(Maryam 86-87)

Yang dimaksud dengan “Perjanjian” disini adalah iqrar bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Rasul Saw juga mengabarkan bagaimana orang Mukmin dikeluarkan dari Neraka dikarenakan Iman yang ia punya walau cuma sebesar jemawut;

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ وَيَخْرُجُ مِنْ النَّار مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ ِخَيْرٍ 

Dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. (HR. Bukhari)

Bahkan, dalam sebuah Hadits yang panjang Rasul menceritakan bagaimana Allah mengeluarkan dari Neraka siapapun yang dihatinya terdapat Iman, walau tidak pernah beramal kebaikan sekalipun;

 فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : شَفَعَتْ الْمَلَائِكَةُ ، وَشَفَعَ النَّبِيُّونَ ، وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُونَ ، وَلَمْ يَبْقَ إِلا أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ، فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنْ النَّارِ فَيُخْرِجُ مِنْهَا قَوْمًا لَمْ يَعْمَلُوا خَيْرًا قَطُّ ، قَدْ عَادُوا حُمَمًا ، فَيُلْقِيهِمْ فِي نَهَرٍ فِي أَفْوَاهِ الْجَنَّةِ يُقَالُ لَهُ نَهَرُ الْحَيَاةِ ، فَيَخْرُجُونَ كَمَا تَخْرُجُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ ،  َيَخْرُجُونَ كَاللُّؤْلُؤِ فِي رِقَابِهِمْ الْخَوَاتِمُ يَعْرِفُهُمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ ، هَؤُلَاءِ عُتَقَاءُ اللَّهِ الَّذِينَ أَدْخَلَهُمْ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ عَمَلٍ عَمِلُوهُ وَلا خَيْرٍ قَدَّمُوهُ

“Maka Allah Azza Wajallah berfirman, ‘Para malaikat telah memberikan syafaat, para Nabi telah memberikan syafaat, orang-orang mukmin telah memberikan syafaat. Tidak tersisa kecuali Yang Maha memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang dikasihani. Maka (Allah) menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan suatu kaum yang belum pernah sama sekali melakukan kebaikan. Telah gosong kembali, maka dilemparkan ke sungai surga yang disebut ‘Sungai kehidupan (Nahrul Hayah). Maka mereka keluar bagaikan biji-bijian yang cepat tumbuhdi tanah. Mereka keluar bagaikan mutiara di leher mereka dan tanda yang penduduk ahli surga mengetahuinya. Mereka adalah yang dimerdekakan oleh Allah. Allah masukkan mereka ke dalam surga tanpa amalan yang mereka lakukan dan kebaikan yang mereka persembahkan.” (HR. Muslim)

Ibnu Hajar Al-Asqalany berkomentar mengenai Hadits ini;

ان المراد بالخير المنفي ما زاد على أصل الإقرار بالشهادتين كما تدل عليه بقية الأحاديث

Sesungguhnya kebaikan yang dinafikan adalah kebaikan yang lebih dari sekedar Iqrar dengan dengan dua Syahadat seperti yang ditunjukkan Hadits-Hadits yang lain.

Hadits-Hadits yang dimaksud diantaranya adalah Sabda Rasul Saw;

 وَفَرَغَ اللَّهُ مِنْ حِسَابِ النَّاسِ وَأَدْخَلَ مَنْ بَقِيَ مِنْ أُمَّتِي النَّارَ مَعَ أَهْلِ النَّارِ فَيَقُولُ أَهْلُ النَّارِ مَا أَغْنَى عَنْكُمْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْبَدُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا تُشْرِكُونَ بِهِ شَيْئًا فَيَقُولُ الْجَبَّارُ عَزَّ وَجَلَّ فَبِعِزَّتِي لَأُعْتِقَنَّهُمْ مِنْ النَّارِ فَيُرْسِلُ إِلَيْهِمْ فَيَخْرُجُونَ وَقَدْ امْتَحَشُوا فَيَدْخُلُونَ فِي نَهَرِ الْحَيَاةِ فَيَنْبُتُونَ فِيهِ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي غُثَاءِ السَّيْلِ وَيُكْتَبُ بَيْنَ أَعْيُنِهِمْ هَؤُلَاءِ عُتَقَاءُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيُذْهَبُ بِهِمْ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ هَؤُلَاءِ الْجَهَنَّمِيُّونَ فَيَقُولُ الْجَبَّارُ بَلْ هَؤُلَاءِ عُتَقَاءُ الْجَبَّارِ عَزَّ وَجَلَّ

Setelah itu Allah selesai dari penghisapan manusia, dan memasukkan yang tersisa dari umatku ke dalam neraka. Lalu para penghuni neraka berkata: “Tidak cukupkah bagi kalian menyembah kepada Allah Azza wa Jalla dengan tidak berbuat syirik kepada-Nya!”, maka Sang Maha Penguasa Azza wa Jalla berfirman: “Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan membebaskan mereka dari neraka, lalu Dia mengutus malaikat untuk membebaskan mereka dan mereka pun keluar dalam keadaan hangus terbakar, lalu mereka masuk ke dalam sungai kehidupan hingga mereka tumbuh di dalamnya sebagaimana biji bijian yang tumbuh dalam genangan buih dan ditulis di antara kedua mata mereka orang-orang yang telah dibebaskan oleh Allah Azza wa Jalla. Lalu mereka dibawa masuk ke surga dan para penghuni surga berkata: “Mereka adalah para penghuni Jahanam”, maka Allah Yang Maha Kuasa berfirman: “Akan tetapi mereka adalah orang orang yang telah dibebaskan oleh Sang Maha Penguasa Azza wa Jalla”. (HR. Ahmad)

Begitu juga Hadits yang diriwayatkan Sahabat Abu Dzar bahwasanya Rasulullah Saw bersabda;

أتاني جبريل فبشرني أنه من مات لا يشرك بالله شيئًا من أمتك، دخل الجنة. قلت: وإن زنا وإن سرق؟ قال: وإن زنا وإن سرق. قلت: وإن زنا وإن سرق؟ قال: وإن زنا وإن سرق. قلت: وإن زنا وإن سرق؟ قال: وإن زنا وإن سرق، وإن شرب الخمر

Jibril datang menemuiku dengan memberi kabar gembira bahwa sesungguhnya barang siapa yang meninggal dari ummatmu dan tidak menyekutukan sesuatupun dengan Allah, maka dia akan masuk surga! Aku (Rasulullah) katakan sekalipun dua berzina dan mencuri? Dia berkata : Sekalipun dia berzina dan mencuri! Aku (Rasulullah) katakan sekalipun dua berzina dan mencuri? Dia berkata : Sekalipun dia berzina dan mencuri! Aku (Rasulullah) katakan sekalipun dua berzina dan mencuri? Dia berkata : Sekalipun dia berzina dan mencuri! Walaupun dia minum minuman keras! (Muttafaq Alaih)

Jika ini adalah keadaan orang Mukmin, maka tidak demikian halnya keadaan orang-orang kafir;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(Al-Bayyinah 6)

Lihatlah bagaimana Allah menyebut mereka seburuk-buruk makhluk!

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka Itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalmnya. dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali. (At-Taghabun 10)

Bagi mereka siksa yang teramat pedih karena kelancangan mereka mendustakan Firman-firmanNya?
Adakah kelancangan yang melebihi mendustakan Firman Tuhan?

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. (An-Nisa’ 56)

وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

 مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ

 يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang Berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,

Di  hadapannya ada Jahannam dan Dia akan diberi minuman dengan air nanah,

Diminumnnya air nanah itu dan hampir Dia tidak bisa menelannya, maut (rasa sakitnya) datang kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat. (Ibrahim 15-17)

Mata manusia seringkali tertipu oleh dunia sehingga menganggap orang kafir yang baik itu lebih baik dari pada orang mukmin yang jahat, padahal di akhirat nanti orang kafir berendam dalam api Neraka selamanya, sedang orang mukmin yang jahat adakalanya Allah bermurah hati mengampuni semua dosanya dan langsung memasukkannya kedalam Surga atau memaksukkannya kedalam Neraka dulu untuk kemudian mengeluarkannya dan memasukkannya kedalam ni’mat SurgaNya. Jadi, manakah yang lebih baik?

Akan tetapi dengan semua yang sebutkan disini, Allah menganjurkan untuk bersikap adil kepada sesama;

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan. (An-Nahl 90)

Dan termasuk adil adalah berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, walau ia seorang kafir. Allah berfirman;

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. (Al-Mumtahanah 8)

Masihkah kamu savekafir and lossmuslim??

Maknailah dengan akal dan ilmu serta bergaulah  dgn sikap adil dan bijaksana, seperti yang telah Allah sampaikan dalam FirmanNya.

Wallahu A’lam.

 

Lakum diinukum wa liya diin

Miris rasanya liat postingan2 pro kontra terhadap fatwa MUI yg lagi jadi topik berita utama sekarang ini...

Saya posting ini karena saya muslimah jadi mohon maaf yg non muslim ya (bukan untuk provokasi, hanya share yg wajib dikerjakan setiap muslim yaitu dakwah)

Posting ini siap2 ada yg tersinggung nih, siap2 jg di unshare 😜
#kabooorr 👣

Menyampaikan kebenaran memang susah apalagi mempertahankannya, so silahkan yg mau jemput hidayah dan silahkan yg mau menjauh dari hidayah Allah SWT...

Al-Quran dan Hadist yg secara jelas menuliskan semua permasalahan hingga solusi2nya, semua peraturan disertakan manfaat2nya bagi makhluk hidup.
SEMPURNA.
Ya memang Allah telah membuat isi Al-Quran dengan sempurna bahkan menciptakan Rasulullah untuk menyampaikan isi Al-Quran dengan cara yg mudah dipahami, bahkan setelah Rasulullah, Allah menciptakan manusia2 berilmu (read:alim ulama) yang meneruskan perjuangan Rasulullah untuk menyampaikan agama Islam beserta ajaran2nya.
Sungguh besar cinta Allah SWT pada umatnya dan sungguh mulia Rasulullah SAW
Gak salah kalau kita umat Islam cinta sekali kepada Allah SWT dan kagum (read: ngefans) berat kepada Rasulullah SAW

Tapi kenapa kita merasa benar sendiri? Kenapa kita malah kagum sm yg tidak seiman melebihi kekaguman kita thd yg seiman (Rasulullah dan para alim ulama)? Bukankah Allah yg firmanNya kita percayai? Bukankah nabi Muhammad yg harusnya kita kagumi? Yuk di cek diri masing2 udah bener blm sholatnya? Udah lengkapkah ibadahnya? Seberapa sering dzikirnya? Seberapa banyak shalawatnya? 😊

Kalau belum sempurna ayo disempurnakan meskipun sebagai manusia tidak akan pernah menjadi yg sempurna, maka usahalah mengejar hidayah, jgn sok bener, jgn sok sudah beriman, krn yg mengukur keimanan seseorang hanya Allah SWT...
Gimana bisa dpt hidayah kl gak dikejar?
Dikejar dengan cara apa? Ya belajar dari para alim ulama krn kita gak bs cerna sendiri kitab suci Al-Quran dan Hadist...padahal kita hidup harus berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist

Rasulullah SWT bersabda:
“Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka” 
(HR Bukhari 3202)

Hakikat makna hadits tersebut adalah kita hanya boleh menyampaikan satu ayat yang diperoleh (didengar) dari guru-guru sebelumnya disampaikan secara turun temurun sampai kepada Rasulullah  saw. Kita tidak diperkenankan menyampaikan akal pikiran kita semata.

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. 
(HR. Ahmad)

Dari Ibnu ‘Abbas r.a. berkata Rasulullah saw bersabda, “di dalam agama itu tidak ada pemahaman berdasarkan akal pikiran, sesungguhnya agama itu dari Tuhan, perintah-Nya dan larangan-Nya.” 
(Hadits riwayat Ath-Thabarani)

Ini dalilnya kenapa kita dalam belajar Islam harus lewat Ulama yang merupakan pewaris Nabi. Para sahabat pun belajar Islam itu lewat Nabi. Bukan cuma lewat Al Qur’an saja.

Firman Allah:

“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Allah meninggikan ulama dibanding orang2 awam. Pemahaman Ulama terhadap Al Qur’an dan Hadits atau masalah, itu lebih baik daripada pemahaman orang-orang awam:

” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11)

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Az-Zumar [39]: 9).

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”. (TQS.Fathir [35]: 28)

Cuma Ulama yang bisa memahami Al Qur’an:

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” (Al ‘Ankabut:43)

“Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat2 yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu” (Al Ankabut:49)

Jadi kesimpulannya:
1. Kita orang Indonesia
2. Kita beragama Islam
3. Ulama tertinggi adalah Majelis Ulama Indonesia

Maka fatwa MUI itu sebaik2nya fatwa untuk umat Islam di Indonesia
Percayalah dan dukunglah...

>> Fatwa (Arab: فتوى‎, fatwā) adalah sebuah istilah mengenai pendapat atau tafsiran pada suatu masalah yang berkaitan dengan hukum Islam. Fatwasendiri dalam bahasa Arab artinyaadalah "nasihat", "petuah", "jawaban" atau "pendapat".
#Sumber: Wikipedia Islam#

Keadilan itu milik Allah, maka keadilan harus berada di antara dan di hati umat Nya... Yaitu Islam...

Lakum diinukum wa liya diin 😇

Jumat, 23 September 2016

Ketika tidak ada pendengar dan penolong yang baik di dunia

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pernah gak saat kita cerita sama orang lain, di tengah cerita ada intermezo dan cerita kitapun terlupakan atau ketika kita sedang cerita, orang itu mendengar sambil melakukan hal lain (entah dia fokus apa gak sama cerita kita), atau pernah gak saat kita cerita, orang itu mendengarkan dengan sangat serius dan berusaha memberi nasihat tapi keesokannya dia lupa dan tidak memberikan solusi lagi ???

Berasa jadi orang yang hidup sendiri di dunia, berasa gak ada lagi manusia yang peduli, berasa mikul beban sendiri !

Kalau udah seperti itu rasanya pengen teriak, pengen akhirin hidup aja rasanya...
Eiiitttss...ngaku muslim kok putus asa nya sampai kayak gitu...? (Terlintas pikiran waras di otak...)

BIG NO !!!

Siapa bilang kita sendiri?
Kita ada di dunia ini karena adanya sang Pencipta, jadi artinya semua takdir baik dan buruk telah tertulis sejak kita tercipta, kenapa kita harus berkeluh kesah dan resah ketika tidak ada yang mendengarkan kita? Kita ciptaan Allah, diutus sebagai khalifah di muka bumi, Dia adalah Tuhan kita, mau apa-apa kenapa gak minta sama yang memiliki kita bahkan seluruh alam semesta tunduk pada Nya.

Takdir kita tertulis semua dan kita memiliki takdir berbeda-beda. Ini semua adalah ujian karena Allah mau tau siapa hamba Nya yang paling mencintai Nya. Simple kan? Yang susah adalah menjalaninya...😊 tapi kan hadiahnya surga, kalau gampang ya hadiahnya cuma payung...hehehe

Kadang suka susah meyakinkan hati, suka susah untuk tidak mendengarkan bisikan negatif yang menbuat hati resah... Maka hal yang paling baik dilakukan adalah istighfar...

Sebagaimana sabda Rasulullah saw. tentang keistimewaan dan manfaat membaca Istighfar :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ     

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka." (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ

Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya hatiku pernah tertutup lalu aku beristighfar kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali." (HR. Abu Dawud)

Lalu jika kau mempermasalahkan takdirmu maka berusahalah dan berdoa karena takdir buruk bisa kamu ubah, kecuali takdir kalau kamu terlahir wanita ya kamu gak bisa berubah jadi pria, itu namanya mengubah apa yang telah Allah ciptakan.

Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda :

“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

Sebenarnya semua yang ada di dunia ini berjalan di bawah pengawasan Allah dan Dia maha tau atas segalanya. Allah yang memberikan ujian maka Allah pula yang memiliki jawabannya. Allah yang memberikan hukuman maka Allah juga yang bisa mengampuninya. Semua ada solusinya.

Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS.65:7)

Mau minta ini itu yang ada di dunia ini, mintalah sama yang menciptakan dan memilikinya yaitu Allah SWT, bahkan akhiratpun akan kamu dapatkan dengan meminta dan mengikuti aturan Allah SWT... Arrahman arrahiim...

Yakinlah jika Allah memberi cobaan sesuai dengan kesanggupan hambanya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS.2:286)

Bayangkan aja hal-hal yang positif misalkan bayangkan ketika kita lulus dari ujian ini dengan nilai yang sangat baik.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)

Sebagai manusia, kita itu serba terbatas, pikiran terbatas, kemampuan terbatas, semua serba terbatas tas tas (harga mati!), jadi apa yang Allah rencanakan kepada kita sudah yang terbaik untuk kita, ingat pikiran kita gak akan sampai sesempurna rencana Allah.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS2.216)

Maka sebaiknya istighfar, sholat, berdoa dan bantu-bantu sesama dari pada pusing mencari-cari ketenangan sendiri dengan cara lain yang tidak akan memberikan ketenangan selain ketenangan yang kamu dapatkan dalam beribadah kepada Nya.

Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan shalat. (HR Abu Dawud)

Barangsiapa ingin do’anya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya, hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain (HR Ahmad)

Tak lain tak bukan kunci utama adalah sabar... Marah-marah, panik, menyalahkan diri sendiri gak akan gunanya dan gak akan menyelesaikan masalah... Karena waktu yang terbaik akan tiba juga pada akhirnya yaitu ketika masalah kamu hilang dan kebahagianmu datang...😊

Aku (rasulullah) mengagumi seorang mukmin yang bila memperoleh kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah, dia memuji Allah dan bersabar. (HR Ahmad)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS.2:45-46)

Setelah mengalami kesulitan, kamu mencari Tuhan mu dan menjalankan anjuran Nya dan Rasul Nya sehingga kamu menemukan solusinya. Sungguh ilmu dan pengalaman kehidupan yang berharga telah kamu dapatkan bukan? Lalu berbagilah ilmu itu untuk orang lain sehingga kamu dapat menebar bibit kebaikan untuk agama mu dan bibit itu akan tumbuh menjadi tanaman rindang yang akan menyejukkan ditengah panasnya hidupmu dengan kata lain Allah akan menolong di segala kesulitanmu.

Kalian harus menyeru kepada kebikan dan melarang dari kemungkaran. Kalau tidak, Allah akan mengirim hukuman kepada kalian, saat kalian berdo’a kepada-Nya, Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR At Tirmidzi)

Maha benar Allah dengan segala firman Nya... 😇

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kamis, 08 September 2016

Antara Akhlak, Jilbab, dan Postingan

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Al-Qur’an tidak memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta secara kebetulan, tetapi diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban tugas, mengabdi dan menjadi khalifah di muka bumi ini

ูˆَุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ุฑَุจُّูƒَ ู„ِู„ْู…َู„ุงุฆِูƒَุฉِ ุฅِู†ِّูŠ ุฌَุงุนِู„ٌ ูِูŠ ุงู„ุฃุฑْุถِ ุฎَู„ِูŠูَุฉً ู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَุชَุฌْุนَู„ُ ูِูŠู‡َุง ู…َู†ْ ูŠُูْุณِุฏُ ูِูŠู‡َุง ูˆَูŠَุณْูِูƒُ ุงู„ุฏِّู…َุงุกَ ูˆَู†َุญْู†ُ ู†ُุณَุจِّุญُ ุจِุญَู…ْุฏِูƒَ ูˆَู†ُู‚َุฏِّุณُ ู„َูƒَ ู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนْู„َู…ُ ู…َุง ู„َุง ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ (30)

"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'" Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” (Al Baqoroh: 30)

Untuk mengemban tugas sebagai khalifah, manusia dibekali oleh Allah SWT. potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik.

ู„َู‡ُ ู…ُุนَู‚ِّุจَุงุชٌ ู…ِู†ْ ุจَูŠْู†ِ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ูˆَู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ِ ูŠَุญْูَุธُูˆู†َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَู…ْุฑِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุۗฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุบَูŠِّุฑُ ู…َุง ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠُุบَูŠِّุฑُูˆุง ู…َุง ุจِุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูۗˆَุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ุณُูˆุกًุง ูَู„َุง ู…َุฑَุฏَّ ู„َู‡ُ ูۚˆَู…َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ู…ِู†ْ ูˆَุงู„ٍ

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia" (Ar Ra'd: 11)

Ditundukkan dan dimudahkan oleh Allah SWT. baginya antara lain, ditetapkan arah yang harus ia tuju serta dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanannya dan ditetapkan tujuan hidupnya, yakni mengabdi kepada Allah SWT.

ูˆَู…َุง ุฎَู„َู‚ْุชُ ุงู„ْุฌِู†َّ ูˆَุงู„ْุฅِู†ْุณَ ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆู†ِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku" (Adz Dzariyat: 56)

Allah telah katakan dalam al quran bahwasanya setiap manusia itu memiliki potensi baik dan potensi buruk. Manusia memiliki kesadaran moral. Mereka dapat membedakan yang baik dari yang jahat melalui inspirasi fitri yang ada pada mereka.

ูˆَู†َูْุณٍ ูˆَู…َุง ุณَูˆَّุงู‡َุง (7) ูَุฃَู„ْู‡َู…َู‡َุง ูُุฌُูˆุฑَู‡َุง ูˆَุชَู‚ْูˆَุงู‡َุง (8) ู‚َุฏْ ุฃَูْู„َุญَ ู…َู†ْ ุฒَูƒَّุงู‡َุง (9) ูˆَู‚َุฏْ ุฎَุงุจَ ู…َู†ْ ุฏَุณَّุงู‡َุง (10)

Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q. S. al-Syams [91]: 7-10).

Bagaimana dengan...

Aku?
Hanya wanita biasa. Yang masih dalam proses belajar mencari kebenaran setelah banyak kesalahanku.

Jilbabku?
Iya sekarang jilbabku panjang menutupi dada bahkan menjuntai panjang ke bawah.

Akhlak-ku?
Iya, memang belum semuanya kuperbaiki, ini aku sedang berusaha keras untuk menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin๐Ÿ˜ข

Postinganku?
Iya, aku hanya ingin berusaha untuk berbagi nilai kebaikan, agar aku dan kalian semua mendapat hidayah dan pahala dari Nya. Postinganku juga sebagai pengingat untuk diri yang masih banyak dosa ini.

Jika...
Tidak kau temukan kesamaan antara jilbab, akhlak, dan postingan ku, tolong lihat kembali kalimat awal pada tulisan ini.

Maka...
Sebaik baiknya manusia adalah dia yang meminta ampun atas segala kesalahan yang diperbuat. Dia yang berusaha berbagi ilmu kebaikan bagi sesama. Dia yang tidak menginginkan syurga atas dirinya saja namun ingin bersama umat Allah lainnya.

Jika tak kau temukan kesamaan antara jilbab, akhlak, dan postingan ku, jangan sekali kali salahkan jilbab dan meremehkan postingan ku.

Karena...

Jilbab ini tak salah, karena ini adalah suatu kewajiban seorang wanita muslim dan aku hanya berusaha untuk taat.

Allah Ta’ala berfirman,

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู‚ُู„ْ ู„ِุฃَุฒْูˆَุงุฌِูƒَ ูˆَุจَู†َุงุชِูƒَ ูˆَู†ِุณَุงุกِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠُุฏْู†ِูŠู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุฌَู„َุงุจِูŠุจِู‡ِู†َّ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَุฏْู†َู‰ ุฃَู†ْ ูŠُุนْุฑَูْู†َ ูَู„َุง ูŠُุคْุฐَูŠْู†َ ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑًุง

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Postingan ku juga tak terlarang, karena aku hanya berusaha mengikuti sabda rasul:

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุจَู„ِّุบُูˆุง ุนَู†ِّู‰ ูˆَู„َูˆْ ุขูŠَุฉً

" Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat" (HR Bukhari)

Sekali lagi aku ulangi, setiap manusia itu memiliki potensi baik dan potensi buruk. Dan sebaik baik manusia adl ia yang meminta ampun atas segala kesalahan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ูƒُู„ُّ ุจَู†ِู‰ ุขุฏَู…َ ุฎَุทَّุงุกٌ ูˆَุฎَูŠْุฑُ ุงู„ْุฎَุทَّุงุฆِูŠู†َ ุงู„ุชَّูˆَّุงุจُูˆู†َ

“Setiap bani adam berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah).

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang dicintai oleh Allah SWT dan rasul Nya. Amiin.

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Rabu, 07 September 2016

The miracle of praying

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS al-Mu’min: 60).

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. “(QS: Al-Baqarah: 186)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60)

Siapakah yg tidak pernah berdoa sekalipun dalam hidupnya? Saya yakin semua manusia pernah berdoa secara sadar maupun refleks atau tdk sadar..karena di dalam alam bawah sadarnya (subconscious mind) manusia itu sangat mempercayai Allah meskipun terkadang banyak manusia yg sombong bahkan menjurus atheis. So back to the case...

Otak manusia terdiri dari 3 bagian:

1. Inner mind (pikiran paling dalam)
2. Subconscious mind (pikiran alam bawah sadar) yg memproses kebiasaan, perasaan, memori permanen (Ingatan Jangka Panjang), persepsi, pepribadian,intuisi, kreativitas, dan keyakinan. 
3. Super conscious mind (pikiran sadar) atau biasa disebut roh manusia.

Bersadasarkan bagian2 otak tersebut dikatakan bahwa keyakinan dan perasaan yang biasa berhubungan dengan doa terdapat pada subconcious mind. Taukah kamu alam bawah sadar tidak pernah istirahat atau berhenti bekerja dalam kondisi apa pun. Pikiran bawah sadar tidak dapat dipengaruhi oleh pengaruh narkoba, alkohol, atau kondisi apa pun. Bahkan dalam keadaan koma sekalipun, alam bawah sadar tetap bekerja. Otak kiri atau pikiran objektif akan istirahat ketika seseorang tidur karena otak kiri bekerja melalui panca indra. Namun otak bawah sadar (bagian kanan) memiliki kemampuan yang sering disebut kemampuan “indra keenam”. Dengan kata lain, setiap manusia telah memiliki indra keenam sejak lahir.

Artinya pikiran bawah sadar adalah sesuatu teknologi canggih ciptaan Tuhan yang sengaja ditundukkan untuk kepentingan manusia. Sadar bahwa ada alam bawah sadar yang terus hidup tanpa kita suruh dan tanpa kita sadari telah sudah melakukan tugasnya sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah swt. Subhanallah...

Itulah mengapa saya sangat mempercayai sebuah doa. Itupun saya aplikasikan ke dalam kehidupan nyata. Sedikit bercerita, semua orang pasti memiliki masalah masing2 dlm hidupnya, masalah bahagia, masalah kesedihan, dsb begitupun saya. Sejak kecil saya sudah ditinggal ayah tercinta dan sejak itu juga kehidupan saya banyak ditimpa kesedihan. Why? Pastilah...anak2 merasa iri, merasa ingin disayangi, merasa ingin diperhatikan..tapi itu tdk saya peroleh dari ayah yg telah tiada dan sayapun merasa iri dengan anak2 lain. Mulai dari kehidupan sosial sampai masalah keuangan menjadi masalah yg amat serius bagi saya. ๐Ÿ˜–
Ibu saya seorang ibu rumah tangga tidak punya usaha dan jarang bersosialisasi keluar rumah krn ayah saya mewajibkan ibu saya dirumah untuk anak2. Kebayangkan ketika ayah saya tiada dari mana dan bagaimana ibu saya melanjutkan hidup dengan anak2nya... Its so complicated, right? Tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada Allah SWT. Ibu saya mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT, berhijab, sholat, mengaji, puasa dll. Karena bukankah ada Hadis riwayat Abu Hurairah ra., yang menjelaskan:

“Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Itulah yang menjadi kekuatan ibu saya untuk melanjutkan hidup. Minta petunjuk, minta pertolongan, dan yang pasti minta ampun kepada sang Khalik.
Alhamdulillahirabbil'alamiin akhirnya selalu ada jalan. Ibu bisa menghidupkan anak2nya dengan usaha kecil-kecilan. Awalnya tante saya (Ibu Nurlela) pesan mukena kepada ibu saya untuk kantornya. Dari sanalah ibu mulai usahanya. Dengan banyak pesanan orang dari waktu ke waktu membuat ibu saya dapat menyekolahkan dan menghidupi anaknya. Bukan cuma itu aja, bahkan paman saya (bp Wandi) yg juga kakak dari almarhum ayah saya berkomitmen setiap bulan mengirimi ibu uang untuk bantu-bantu memenuhi kebutuhan saya dan adik saya. Subhanallah walhamdulillah walaaillahaillahuwallahu akbar... Tidak terduga semua pemberian Allah dengan kita berdoa, saya bisa les private di rumah, les ini itu di luar, bisa sekolah di sekolah islam elit bisa punya hp canggih. Wow...nikmat manalagi yg kau dustakan... Secara logika seorang ibu yang gak punya kerjaan tetap dan gak bersosialisasi bisa menghidupi anaknya hampir sama dengan org tua lain yg punya kerjaan dan usaha tetap. How can? Just Allah can do everything eventhough its impossible for you. Dari sanalah saya percaya, setiap kebahagian dan kesedihan hanya dapat saya share ke Allah dengan doa. Di saat belum ada jodoh, tidak punya uang, belum memiliki anak, dan di berbagai kondisi lainnya, di saat usaha gagal, usaha lagi dan gagal lagi, lalu kembali tertunduk di hadapan Allah dengan memohon ampun dan meminta petunjuk dengan penuh keyakinan maka sayapun dibukakan jalan oleh Nya, dapat jodoh, dapat rezeki, dapat anak, Thanks Allah... Itulah cerita kisah saya yg mungkin bs menjadi inspirasi dan dorongan kita semua agar bisa meningkatkan iman dan kembalikan semua kepada Allah SWT.

Berikut waktu-waktu yang insya Allah baik dalam berdoa:

1. Pertengahan malam terakhir

Seperti pada Firman Alloh yg berbunyi : ” Sesungguh-nya Rabb kami yg maha berkah lagi maha tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam akhir malam lalu berfirman : ” Barang siapa yg berdoa, maka akan ku kabulkan, barang siapa yg memohon pasti ku akan perkenankan dan barang siapa yg meminta ampun, pasti aku mengampuni-nya ( HR. Bukhari) “.

2. Setelah sholat wajib

Syaikh bin Baaz berkata. ” Kata Duburush shalat bisa berarti akhir shalat, tetapi sebelum salam, jg bisa berarti sesudah salam. Banyak sekalii hadist2 yg menunjukkan kpd dua pengertian itu, Namun kebanyakan hadits2 itu menunjukkan bahwa yg dimaksud adlah akhir Sholat, tetapi sebelum salam karena hal itu adda kaitan-nya dg Doa “.

3. Malam Lailatul Qodar

Dlm Surat Al-Qur’an menjelaskan bahwa” Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan . Pd Malam ittu turun malaikat – malaikat dan malaikat Jibril dg izin tuhan-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampaii terbit-nya fajar (QS. Al-Qadr: 3-4)”.

4. Waktu Antara Adzan dan Iqamah, ” Doa tidak akan ditolak antara Adzan dan Iqamah” ( HR. – Abu daud )”.

5. Waktu Pada Saat Turun Hujan, ” Dua Doa yg tidak pernah ditolak : Doa Pd Waktu Adzan dan doa pd waktu hujan ” (HR. Hakim).

6. Waktu pada Saat Jihad Fii Sabilillah, ” Ada 2 (dua doa yg tidak bertolak / jarang tertolak yaitu pd saat Adzan dan Doa saat perang berkecamuk ” (HR. Abu Daud).

7. Waktu pada Saat Hari Jum’at

“Sesungguh-nya pd hari Jum’at ada satu saat yg tidak bertepatan seorang hamba muslim sholat dan memohon sesuatu kebaikan kpd Alloh melainkan akan diberikan kpd-nya dan beliau bersyaratt dg tangan-nya akan sedikitnya waktu tersebut ( HR. Bukhari)”. Tetapi dimungkinkan jg bahwa yg dimaksudkan adlh waktu antara Khutbah dan Shalat.

8. Ketika Bersujud dlm Sholat

” Adapun pd waktu sujud, maka bersungguh – sungguhlah berdoa sebab pd saat itu sangat tepat untuk dikabulkan (HR. Muslim)”.

9. Waktu Tidur dlm Keadaan Suci

Saat kita tidur dlm keadaan suci kemudian bangun pd malam hari lalu membaca doa yg ma’tsur (Doa yg datang darii Nabi Muhammad Saw), ” Tidaklah seseorang hamba tiidur dlm keada’an suci lalu terbangun pd malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan duniat atau akherat melainkan Alloh akan mengabulkan-nya ( HR. Ibnu Majah)”..

10. Saat Memanjatkan Doa, ” Laa Ilaaha illa anta Subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin”

11. Doa Setelah meninggalnya seseorang

Ketika si mayat baru saja meninggal dunia atau memejamkan mata seperti sabda Nabi Saw ” Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (Pada hari wafatnya) dan beliau mendapatkan kedua mata abu salamah terbuka lalu beliau memejamkan-nya seraya bersabda ” Sesungguhnya tatkala ruh diicabut, maka pandangan mata akan mengikutiinya’, Beliau Bersabda : ” Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yg kamu ucapkan ( HR. Muslim)”..

12. Waktu saat ditimpa suatu musibah

Yaitu dg membaca ” Inna Lillahi wa inna ilaihi Raaji’un Allahumma’ jurnii fii mushibatii, wa akhliflii khairam minhaa”, Artinya ” Sesungguhnya kita adlh kepunyaan Alloh dan kpd-nya kita akan kembali. Ya Alloh berilah ganjaran dlm musibahku ini dan berikanlah ganti kepadaku yang lebih baik darinya”..

13. Doa Orang Yg Sedang Berpuasa Sampai Berbuka

“Berkata Rasulullah saw: Terdapat tiga kaum yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah ra)

14. Doa setelah berwudhu
Dari Umar bin Khoththob rodhiallau ‘anhu, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

Tidak ada seorangpun di antara kalian yang berwudhu dengan baik (menyempurnakannya) kemudian berdoa:

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Zat yang wajib diibadahi kecuali hanya Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Kecuali dibukakan baginya delapan pintu jannah yang ia boleh masuk dari mana yang dia inginkan.

[HR. Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi]


15. Doa pada saat Bulan Ramadhan

Rasulullah bersabda:

ุฅِู†َّ ู„ِู„ّู‡ِ ูِู‰ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ٍ ุนِุชْู‚َุงุกَ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูِู‰ ุดَู‡ْุฑِ ุฑَู…َุถَุงู†َ ,ูˆَุฅِู†َّ ู„ِูƒُู„ِّ ู…ُุณْู„ِู…ٍ ุฏَุนْูˆَุฉً ูŠَุฏْุนُูˆْ ุจِู‡َุง ูَูŠَุณْุชَุฌِูŠْุจُ ู„َู‡ُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

16. Doa orang tua atas anaknya dan doa seorang musafir

17. Doa orang – orang yg benar – benar dlm keadaan terjepit 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุซَู„ุงَุซَุฉٌ ู„ุงَ ุชُุฑَุฏُّ ุฏَุนْูˆَุชُู‡ُู…ُ ุงู„ุฅِู…َุงู…ُ ุงู„ْุนَุงุฏِู„ُ ูˆَุงู„ุตَّุงุฆِู…ُ ุญِูŠู†َ ูŠُูْุทِุฑُ ูˆَุฏَุนْูˆَุฉُ ุงู„ْู…َุธْู„ُูˆู…ِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

18. Doa pemimpin yang adil

Terdapat dalam hadist pada poin no. 17


19. Doa anak yg berbakti kpd kedua orang tuanya

20. Doa pada hari Arafah di Arafah

Semoga bermanfaat dan kita menjadi manusia yang mengerti dan sadar akan keajaiban sebuah doa.

ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Selasa, 06 September 2016

Hargai diri dengan JILBAB

Assalaamu'alaikum warrahmatullahiwabarakatuh

Agak takut ya karena belakangan ini ustad ustad kalo ceramah bahas tentang akhir zaman... Rasanya tuh "nano nano", ada sedih, takut, khawatir, sedikit senang juga sih (bagi yg lagi galau urusan duniawi, 😜). Gimana coba ga takut, ngebayanginnya aja udah bikin merinding. Udah ngelakuin apa aja di dunia? Berapa banyak amal sholeh yg dilakukan? Udah diterimakah taubatnya? Daaann masih banyak pertanyaan lain di dalam hati. Jangankan kebaikan untuk orang lain, kadang untuk diri sendiri aja terabaikan... 😖
Mulai sibuk kayak kebakaran jenggot (kalo ukh ga ada jenggot kan yaa...👻), mulai memperbaiki diri sendiri meskipun setelah ceramah selesai juga kambuh lagi penyakit duniawinya, hehehe (semoga gak...).

Gak usah jauh2 dan pusing mikirnya buat memperbaiki apa... Dari memperbaiki diri sendiri dulu, lalu perlahan bisa ikut serta perbaiki lingkungan sekitar sambil terus belajar... Ya kaand....

Nah sebagai wanita, apa nih yang bisa kita perbaiki? Perintah Allah yang paling erat kaitannya dengan wanita? Dan apakah kita sebagai wanita telah benar2 menjalankannya?

Allah ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raaf: 26)

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khimar) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’” (Qs An Nuur: 31)

Subhanallah...bentuk kasih sayang Allah terlihat di antara firman-firman-Nya. Alhamdulillah kita diberikan tumbuhan yang bisa menjadi bahan baku membuat kain, lalu kain yg bisa dijahit menjadi pakaian untuk menutupi tubuh manusia. Gunanya sudah jelas yaitu:
1. Untuk menutupi aurat,

Aurat (Arab: عورة, transliterasi: Awrot) adalah bagian dari tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain dengan pakaian. Menampakkan aurat bagi umat Islam dianggap melanggar syariat dan dihukumi sebagai sebuah dosa.
Dalam islam, aurat bagi wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali kedua telapak tangan dan muka. (Sumber: wikipedia islam)
Nah...sudah jelas batasan aurat wanita, lalu apakah kita rela kalau aurat kita jadi "tontonan" gratis orang lain? Allah telah menghargai kita dengan aturan ini, lalu kenapa kita tidak mau menghargai diri kita sendiri dengan "obral" aurat? Gak kasian ama badannya yg kena polusi langsung? alasan trend, kalau pake jilbab gak modis ah, kamu hidup berapa lama paling di dunia, emang diakhirat dihitung nilai ke-modis-annya? Emang modis nya kamu itu bisa bawa kamu ke surga? Lho...emang ngelanggar perintah Allah dan gak menghargai diri sendiri bisa masuk surga? 😕

2. Sebagai perhiasan

Saking indahnya dan berharganya seorang wanita hingga diperintahlan pada kita kaum hawa untuk menghias diri dengan berpakaian. Bayangin ya...kita kalo beli barang kan maunya packagingnya rapih, lucu, cantik apalagi wanita tuh ga tahan kalo liat barang yg dibungkusnya lucuuu banget rasanya ga mau dibuka tuh krn sayang. Nah, begitu juga sama diri kita sendiri, kalo ketutup, rapi kan indah dilihatnya, rasanya para ikhwan mau meng-khitbah aja...(bagi yg jomblo jgn baper yaa...😝)

3. Sebagai alat pengenal

Di kantor karyawannya ada yg menggunakan seragam, kenapa? Salah satu alasannya supaya bisa dikenali asal perusahaanya. Sama halnya dengan wanita dalam Islam. Karena Islam sangat menghargai dan menjaga kaum wanita, maka wajib hukumnya bagi wanita menggunakan pakaian penutup auratnya. Maka jika kita menutupi aurat sesuai perintah Allah, maka kita adalah seorang muslimah (wanita beragama Islam).

4. Sebagai pelindung

Pelindung sudah pasti dari polusi udara karena tertutup kaan... Tapi gak hanya itu karena pakaian kita bisa melindungi dari gangguan kejahatan. Semua bentuk kejahatan seperti pelecehan thd wanita yg marak terjadi belakangan ini dimulai dari penglihatan. Kenapa? Karena awalnya melihat lalu tertarik. Apa yg dilihat? Ya aurat... Karena kelihatan jadi penasaran, jadilah kejahatan. Makanya perintah Allah wajib untuk dipatuhi...kalo kita patuh maka kita akan dilindungi oleh Nya..

Lalu bagaimana pakaian penutup aurat tersebut menurut Islam?

1. Pakaian itu harus tebal, tak boleh tipis supaya tak menggambarkan apa yang ada di baliknya. Dalilnya adalah hadits yang menceritakan dua golongan penghuni neraka yang salah satunya adalah para perempuan yang berpakaian tapi telanjang (sebagiamana tercantum dlm Shahih Muslim) Maksud dari hadits itu adalah para perempuan yang mengenakan pakaian yang tipis sehingga justru dapat menggambarkan lekuk tubuh & tak menutupinya. Walaupun mereka masih disebut orang yang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka itu telanjang.

2. Harus longgar, tak boleh sempit atau ketat karena akan menampakkan bentuk atau sebagian dari bagian tubuhnya. Dalilnya adalah hadits Usamah bin Zaid yang menceritakan bahwa pada suatu saat beliau mendapat hadiah baju yang tebal dari Nabi. Kemudian dia memberikan baju tebal itu kepada isterinya. Namun karena baju itu agak sempit maka Nabi menyuruh Usamah agar isterinya mengenakan pelapis di luarnya (HR. Ahmad, memiliki penguat dlm riwayat Abu Dawud) Oleh sebab itu hendaknya para perempuan masa kini yang gemar memakai busana ketat segera bertaubat.
(Sumber: http://salafy.web.id/)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2]para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Lebih jelasnya lagi dengan istilah "kasiyatun 'ariyatun".

An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun

Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya. 

Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah. 

Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang. 

Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)
(Sumber: https://rumaysho.com/)

Simple bukan kalo dilihat dari manfaatnya...peraturan itu ada untuk melindungi kita...terus kenapa  masih ribet mencari2 alasan padahal kita tau kebenarannya...😊

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh